Tulisan di media massa beda dengan tulisan di media lain, baik yang personal maupun yang umum. Salah satu pembeda tulisan di media massa dengan tulisan lainnya adalah sifatnya yang publik dan ruangnya yang sangat terbatas. Karena keterbatasan itu, maka wartawan harus bisa berhemat dalam bahasa yakni menulis dengan singkat (brief) dan padat (concise).
Mengapa harus hemat?
Keterbatasan kognitif
Daya tangkap otak manusia terhadap informasi yang datang adalah bukan tak terbatas. Otak manusia hanya bisa memproses sebagian kecil informasi yang berasal dari lingkungan sekitarnya. Informasi lainnya diseleksi atau diabaikan. Agar informasi bisa disampaikan dengan efektif (dan bisa lebih kompetitif dibandingkan dengan informasi lain), maka itu harus dibuat singkat dan padat.
Keterbatasan inderawi
Mata (dan telinga serta indera yang lain) manusia juga punya titik jenuh. Bola mata akan cepat lelah jika dipaksa untuk sering-sering melirik panjang dari kiri ke kanan. Karena itu, kalimat harus dibuat sesingkat mungkin agar bola mata segera bisa menemukan titik dan istirahat sejenak.
Keterbatasan waktu
Manusia zaman sekarang lebih sibuk dengan manusia zaman dulu sehingga sangat menghargai waktu. Maka, manusia ingin mendapatkan informasi secepat-cepatnya dan disajikan sesingkat-singkatnya namun tetap sejelas-jelasnya.
Keterbatasan ruang
Ruang di media cegtak hanya selebar lembar-lembar kertas yang disediakan untuk penerbitan edisi tertentu. Padahal, pada saat yang sama, ada begitu banyak berita lain –dan iklan– yang harus dimuat. Keterbatasn serupa juga didapat di media elektronik.
Pertimbangan ekonomis
Jika berita yang panjang dan bertele-tele diubah menjadi berita yang ringkas dan padat, maka ruang kosong yang ditinggalkan berita itu bisa diisi oleh iklan. Ini bisa mendatangkan keuntungan finansial riil dan segera.
Mengapa harus hemat?
Keterbatasan kognitif
Daya tangkap otak manusia terhadap informasi yang datang adalah bukan tak terbatas. Otak manusia hanya bisa memproses sebagian kecil informasi yang berasal dari lingkungan sekitarnya. Informasi lainnya diseleksi atau diabaikan. Agar informasi bisa disampaikan dengan efektif (dan bisa lebih kompetitif dibandingkan dengan informasi lain), maka itu harus dibuat singkat dan padat.
Keterbatasan inderawi
Mata (dan telinga serta indera yang lain) manusia juga punya titik jenuh. Bola mata akan cepat lelah jika dipaksa untuk sering-sering melirik panjang dari kiri ke kanan. Karena itu, kalimat harus dibuat sesingkat mungkin agar bola mata segera bisa menemukan titik dan istirahat sejenak.
Keterbatasan waktu
Manusia zaman sekarang lebih sibuk dengan manusia zaman dulu sehingga sangat menghargai waktu. Maka, manusia ingin mendapatkan informasi secepat-cepatnya dan disajikan sesingkat-singkatnya namun tetap sejelas-jelasnya.
Keterbatasan ruang
Ruang di media cegtak hanya selebar lembar-lembar kertas yang disediakan untuk penerbitan edisi tertentu. Padahal, pada saat yang sama, ada begitu banyak berita lain –dan iklan– yang harus dimuat. Keterbatasn serupa juga didapat di media elektronik.
Pertimbangan ekonomis
Jika berita yang panjang dan bertele-tele diubah menjadi berita yang ringkas dan padat, maka ruang kosong yang ditinggalkan berita itu bisa diisi oleh iklan. Ini bisa mendatangkan keuntungan finansial riil dan segera.
Comments